Rabu, 21 Agustus 2013

KELAS VII KD 1.1 Menyimpul­kan isi berita yang diba­cakan dalam beberapa kalimat





L K B S
LEMBAR KEGIATAN BELAJAR SISWA
(KELAS VII KD 1.1 Menyimpul­kan  isi berita yang diba­cakan dalam beberapa kalimat)


A.     Menyimpulkan Isi Berita
          Berita merupakan kabar atau informasi mengenai sesuatu hal atau peristiwa yang disampaikan secara langsung oleh seseorang atau melalui media lainnya. Berita dapat disampaikan secara lisanmaupun tertulis. Dengan demikian, berita dapat disampaikan dalam berbagai bentuk, misal cetak maupun elektronik.

          Bagi penyampai berita, perbedaan penyampaian berita tidak begitu menimbulkan permasalahan yang besar. Namun, bagi penerima berita, penyampaian suatu bentuk berita sangat berpengaruh terhadap informasi yang akan diterima. Informasi yang sama dari media berbeda, dapat memunculkan perbedaan pemahaman oleh seorang penerima berita.
          Berkenaan dengan persoalan tersebut, kemampuan memahami berita yang disampaikan secara lisan sangat penting untuk kalian kuasai. Lalu, bagaimanakah agar kita dapat menyimak, memahami isi sebuah berita, serta menyimpulkannya? Ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam proses menyimak berita yang disampaikan secara lisan. Dengan demikian, kalian dapat memahami isi dan membuat kesimpulannya.
          Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat menyimak sebuah berita yang dibacakan adalah berikut.
1.      Konsentrasi
          Konsentrasi sangat penting dalam kegiatan menyimak berita yang disampaikan secara lisan. Hal ini dikarenakan berita bersifat sekali tayang atau tidak ada pengulangan. Konsentrasi merupakan kegiatan pemusatan pemikiran dengan perhatian penuh terhadap suatu hal. Suatu hal tersebut meliputi sesuatu yang dilihat, didengar, atau dilakukan secara fokus. Berkonsentrasi dalam menyimak berita yang dibacakan berarti memusatkan pikiran dengan perhatian penuh terhadap berita secara terfokus.

2.      Memerhatikan secara cermat setiap kalimat dan mengambil makna utama kalimatnya
                 Memerhatikan setiap kalimat yang disampaikan penyampai berita merupakan hal yang penting. Namun, tidak semua kalimat dalam berita merupakan pokok atau inti dari berita. Jika kita tidak menyimaknya secara utuh, maka kita tidak akan mendapatkan berita secara utuh pula. Dapat saja, satu kalimat yang terlewat kita simak merupakan kalimat penting dalam berita.
                 Pentingnya memahami makna setiap kalimat dalam berita membantu kita memahami berita secara menyeluruh. Untuk memahami berita yang kita simak, kita tidak perlu menghafal setiap kalimat yang disampaikan. Menghafal kalimat dalam berita justru dapat mengalihkan konsentrasi kita. Ini justru membuat kita terkonsentrasi pada mengingat kalimat dan bukan pada isi berita. Jadi, dalam menyimak berita, kita langsung mengambil makna kalimatnya dan bukan menghafal kalimat tersebut.

3.      Menentukan pokok isi berita dan memahaminya secara utuh dan lengkap
          Setelah kita menyimak dan memahami makna kalimatkalimatnya, kita dapat menentukan pokok isi berita. Menentukan pokok isi berita dilakukan dengan cara merangkai makna setiap kalimat. Dari pokok-pokok isi tersebut, kita dapat memahami maksud dari berita yang disampaikan.
          Dalam menyimpulkan isi berita yang kalian simak, kalian dapat melakukannya dengan cara menganalisis poin-poin penting. Jika berita tersebut sifatnya penting, maka pokok isi tersebut dapat kalian catat. Pokok isi tersebut merupakan penyarian dari makna kalimatmakna kalimat dalam berita.
          Supaya dapat menyimpulkan isi berita dengan tepat, kalian harus menganalisis poin-poin berita secara utuh dan lengkap. Pokok isi tersebut kalian urutkan dan cermati secara teliti. Dari proses ini, kalian akan mendapatkan sebuah kesimpulan isi berita.
          Sekarang, coba perhatikan berita beserta contoh langkahlangkah penarikan kesimpulannya. Alangkah tepatnya jika salah seorang teman kalian bersedia membacakan berita tersebut.

Teks Berita
Jogjakarta Diguyur Hujan Es

          Hujan es sebesar kelereng disertai dengan angin puting beliung mengguyur Kota Jogjakarta, kemarin. Hujan es turun sekitar pukul 11.30 WIB selama 30 menit. Hujan es dan angin ini menyebabkan sebagian atap rumah penduduk rusak dan pohon-pohon bertumbangan, terutama di daerah Baciro, Kota Jogjakarta. “Di sini mendung gelap sekali dan disertai dengan petir. Tidak berapa lama, atap rumah seperti digelontor batu sebesar kelereng,” jelas salah seorang warga Jalan Mawar, Baciro.
          Hujan es ini sontak membuat warga panik. Umumnya warga tidak pernah menyangka daerahnya akan terjadi hujan es sebesar itu. Tidak hanya hujan es yang membuat warga panik. Warga makin ketakutan saat
angin tiba-tiba datang dan menyapu segala sesuatu yang dilewati.
          Berdasarkan pantauan SINDO, daerah terparah berada di Jalan Kemuning, tepat di depan SMK I Piri Jogjakarta. Hampir semua pohon tumbang diterjang angin kencang. Pohon-pohon yang tumbang menutup jalan dan merusak pagar milik warga dan halaman SMK I Piri.
          Sementara itu, gempa kembali mengguncang DIJ dini hari kemarin. Beberapa warga berhamburan keluar rumah, saat gempa berkekuatan 3,1 skala Richter (SR) muncul diikuti suara gemuruh. Gempa berada di darat pada jarak 25 km arah barat daya Kota Jogjakarta atau di sekitar Kecamatan Srandaran, Kabupaten Bantul. Posisi gempa terjadi pada 7,94 Lintang Selatan (LS) dan 110,22 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 km di bawah tanah.

(Sumber: Seputar Indonesia, 10 Februari 2007,
dengan pengubahan seperlunya)




Contoh beberapa pokok isi atau poin penting yang dapat kalian tuliskan berkaitan dengan isi berita adalah berikut.
1.      Hujan es sebesar kelereng disertai angin puting beliung terjadi di Kota Jogjakarta selama 30 menit. Hujan ini menyebabkan sebagian atap rumah penduduk rusak dan pohon-pohon bertumbangan. Peristiwa ini terjadi terutama di daerah Baciro, Kota Jogjakarta.
2.      Hujan es dan angin membuat warga panik dan ketakutan. Mereka tidak menyangka daerahnya akan terjadi hujan es sebesar itu.
3.      Daerah terparah berada di Jalan Kemuning, tepat di depan SMK I Piri Jogjakarta. Hampir semua pohon tumbang, sehingga menutup jalan dan merusak pagar warga serta halaman SMK I Piri.
4.      Gempa kembali mengguncang DIJ dengan kekuatan 3,1 skala Richter (SR). Gempa berada di darat pada jarak 25 km arah barat daya Kota Jogjakarta atau di sekitar Kecamatan Srandaran, Kabupaten Bantul. Posisi gempa terjadi pada 7,94 Lintang Selatan (LS) dan 110,22 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 km di bawah tanah.

          Setelah poin penting dari berita tersebut didapatkan, kalian dapat menganalisis atau mencermatinya. Berdasarkan pokok isi tersebut, kalian dapat mengambil sebuah kesimpulan isi berita.
Contoh kesimpulan dari berita tersebut adalah berikut.

          Hujan es sebesar kelereng disertai angin puting beliung terjadi di Kota Jogjakarta selama 30 menit. Hujan ini menyebabkan sebagian atap rumah penduduk rusak dan pohon-pohon bertumbangan. Warga panik dan ketakutan. Daerah terparah berada di Jalan Kemuning, tepat di depan SMK I Piri Jogjakarta. Hampir semua pohon tumbang.
          Gempa kembali mengguncang DIJ dengan kekuatan 3,1 skala Richter (SR). Gempa berada di darat pada jarak 25 km arah barat daya Kota Jogjakarta. Posisi gempa terjadi pada 7,94 Lintang Selatan (LS) dan 110,22 Bujur Timur (BT), pada kedalaman 10 km di bawah tanah.

          Coba sekarang kamu persilakan salah seorang temanmu untuk membacakan berita berikut. Simaklah dengan saksama pembacaan berita yang dilakukan temanmu. Ingatlah beberapa hal penting dalam menyimak berita yang dibacakan. Sebagai evaluasi terhadap kemampuan menyimakmu serta menyimpulkan isi berita, coba kamu kerjakan perintah soal di bawahnya. Kamu tidak perlu membaca kembali berita tersebut.
Banjir Merusak Fasilitas Umum Ibu Kota

          Banjir yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya sejak awal bulan ini, Kamis (1/2), tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga kota. Banjir yang ditaksir menimbulkan kerugian sekitar Rp4,37 triliun itu merusak ratusan sarana dan prasarana umum di Ibu Kota.
          Banjir yang hingga kini masih menggenangi sebagian besar wilayah DKI Jakarta itu mengakibatkan sejumlah gedung sekolah rusak berat. Di Jakarta Selatan, misalnya, terdapat empat sekolah yang terendam, yakni SMA Negeri 60, SMA Negeri 8, SMA Tarakanita I Pulo, dan SMA Al-Azhar Kemang. Kerusakan paling parah terjadi di SMA 60, yang berlokasi di Jalan Kemang Timur, Kecamatan Mampang, Jakarta Selatan. Di sekolah ini, ketinggian genangan air mencapai 1,5 meter lebih. Akibatnya, sejumlah ruangan dan fasilitas banyak yang rusak, sehingga perlu perbaikan total.
          Pemerintah, kata Mendiknas Bambang Sudibyo, kini tengah mencari penyelesaian jangka pendek agar proses pendidikan kembali berjalan normal. Salah satunya dengan memindahkan murid yang sekolahnya terkena banjir ke sekolah yang bebas banjir terdekat. Solusi jangka panjangnya, kemungkinan dengan memindahkan sekolah-sekolah yang sering terkena banjir ke lokasi bebas banjir.
          Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengaku belum mengetahui jumlah pasti jalan yang rusak, berlubang, dan bergelombang pascamenyusutnya banjir. Hal ini dikarenakan petugas di lapangan masih melakukan pendataan. Namun, Komandan Pengendali Traffic (TMC) Polda Metro Jaya, AKP Sudirman, menyatakan bahwa hampir dipastikan jalan yang digenangi banjir bakal berlubang dan mengalami kerusakan.
          Dalam rangka membantu pembersihan kota pascabanjir, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memerintahkan TNI dan BUMN untuk ikut berpartisipasi. “Sekarang sudah terjadi penyusutan air, tapi masih banyak tempat yang harus dibersihkan. TNI dan BUMN saya minta membantu membersihkan kota dengan segala kemampuan yang ada,” kata Presiden SBY. Hal tersebut diungkapkan seusai memimpin rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.
          Ada beberapa langkah yang diambil berkaitan dengan penanganan tanggap darurat dan rehabilitasi pascabanjir. Presiden SBY memerintahkan agar pemerintah daerah (pemda) memberi bantuan makanan dan keperluan sehari-hari sampai keadaan pulih. Pemerintah daerah akan dibantu oleh pemerintah pusat.
          Presiden memerintahkan agar dilakukan upaya untuk menjaga kegiatan ekonomi, khususnya di DKI Jakarta. Presiden juga memerintahkan agar sektor transportasi, sektor energi khususnya BBM dan listrik, sektor perdagangan khususnya sembako, sektor industri dan jasa khususnya telekomunikasi, dan sektor perbankan, dijaga agar tidak berhenti. Perintah lain dari Presiden adalah agar dilakukan pencegahan terjadinya inflasi.

(Sumber: Seputar Indonesia, 10 Februari 2007, dengan
pengubahan seperlunya)

Kerjakanlah dengan cermat di buku tugasmu!
1.      Tuliskan tema dari berita yang kamu simak!
2.      Tuliskanlah pokok isi-pokok isi dari berita yang kamu simak!
3.      Tuliskanlah kesimpulanmu berkaitan dengan berita yang kamu simak!
4.      Bandingkan kesimpulanmu dengan kesimpulan temantemanmu! Diskusikan hasil kerjamu dan teman-temanmu!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar