Rabu, 21 Agustus 2013

KELAS VIII KD 1. 1 Meng­­­ana­lisis laporan





L K B S
LEMBAR KEGIATAN BELAJAR SISWA 
(KELAS VIII KD 1. 1 Meng­­­ana­lisis laporan)



Laporan perjalanan akhir-akhir ini sering kita baca, lihat, atau dengar di media cetak dan elektronik. Di televisi laporan perjalanan dikemas dalam format acara yang bagus, misalnya Melancong Yuk, Jalan-jalan, Jelajah, Si Bolang Bocah Petualang, Wisata Kuliner, dan sebagainya.


1.      Laporan Perjalanan
Laporan perjalanan termasuk dalam laporan berjenis naratif (cerita). Laporan perjalanan merupakan bentuk penyampaian suatu kegiatan perjalanan secara lisan maupun tertulis. Laporan berupa kesan, hal-hal yang menarik, dan pengalaman, untuk disampaikan kepada pembaca atau pendengar.

2.      Bagian-Bagian Laporan Perjalanan
Suatu laporan perjalanan (jenis naratif) dapat kamu analisis bagian-bagiannya. Bagaimana cara menganalisisnya? Mari kita pelajari bersama!
Menganalisis bagian-bagian laporan jenis naratif (perjalanan) dapat kamu kenali melalui langkah berikut ini!
a.   Pahamilah format/bentuk penulisannya
-        Bagian pendahuluan berisi kesan dan pesan kepada pembaca/pendengar deskripsi singkat yang berupa gambaran suatu objek kepada pembaca.
-        Bagian isi, berisi jabaran pokok-pokok hasil laporan dan semua hal yang ingin dilaporkan.

b.    Tulislah pokok-pokok laporan
Pokok-pokok laporan berisi garis besar isi laporan dan hasilnya. Nah, dengan langkah-langkah di atas maka kamu akan dapat menganalisis sebuah laporan perjalanan. Tutuplah bukumu, kemudian dengarkan pembacaan laporan perjalanan berikut. Laporan akan dibacakan oleh ketua kelasmu!




Menapaki Keindahan Papandayan


Hari masih pagi. Kami berenam, saya bersama empat rekan sekantor dan satu teman dari Bandung, memulai perjalanan berbau petualangan di kaki Gunung Papandayan. Kami mengawali perjalanan bersepeda pada awal bulan Januari 2005 itu dari Sedep, salah satu bagian perkebunan teh Malabar yang berjarak sekitar 50 kilometer selatan Kota Bandung. Tekadnya, menaklukkan jalur sepanjang perkebunan teh hingga mencapai kawah
pada ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut.
Keindahan puncak Papandayan sudah terkenal sejak zaman Belanda. Ini terungkap dalam beberapa brosur yang diterbitkan Bandoeng Vooruit, sebuah perkumpulan penggemar wisata di Bandung, pada tahun 1930-an. Di sana Gunung Papandayan selalu dipromosikan nomor satu.
Dengan tenaga yang terkuras habis, akhirnya kami sampai di sebuah pertigaan, ke kanan turun ke Cileuleuy, ke kiri naik menuju kawah Papandayan. Oleh karena benar-benar sudah letih, kami memutuskan membuka tenda dan bermalam. Target untuk dapat mencapai kawah hari itu diurungkan.
Esoknya, pagi-pagi kami kembali mengayuh sepeda. Istirahat panjang membuat perjalananterasa lebih ringan. Tepat pukul tujuh pagi, kami tiba di kawah Papandayan.
Kami melanjutkan perjalanan naik ke puncak Papandayan dengan berjalan kaki. Sepeda kami titipkan di sebuah pos di dekat kawah karena tidak mungkin mengayuh sepeda sampai ke puncak. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai puncak.
Pemandangan pada ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu sungguh menakjubkan. Di sebelah timur, Kota Garut terlihat samar-samar. Di sebelah barat, perkebunan teh terhampar bagai permadani raksasa. Menghadap ke utara, kami melihat Gunung Puntang berdiri menantang. Lalu, di selatan tampak garis biru Lautan Hindia menyajikan panorama yang memesona. Hilanglah segala kepenatan sehari sebelumnya setelah berjam-jam mengayuh sepeda.
(Sumber: Tempo, No. 52/XXXIII/21–27 Februari 2005,
dengan pengubahan seperlunya)














Langkah penting yang perlu kamu lakukan agar dapat menganalisis sebuah laporan perjalanan adalah mencatat pokok-pokok laporan. Pokok-pokok laporan adalah hal-hal penting (inti) yang terdapat dalam laporan.

Berikut ini pokok-pokok laporan perjalanan Menapaki Keindahan Papandayan.
a.      Kami berenam mulai melakukan petualangan di kaki Gunung Papandayan.
b.      Keindahan Papandayan sudah terkenal sejak zaman Belanda.
c.      Oleh karena sudah letih, kami membuka tenda dan bermalam.
d.      Tiba di kawah Papandayan tepat pukul tujuh pagi.
e.      Naik ke puncak Papandayan dengan berjalan kaki.
f.       Pemandangan pada ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu sungguh menakjubkan.

Berdasarkan pokok-pokok laporan yang telah kamu buat, kamu dapat menceritakan kembali isi laporan perjalanan secara ringkas. Caranya dengan merangkaikan pokok-pokok laporan tersebut menjadi beberapa kalimat. Perhatikan contohnya berikut ini!

Menapaki Keindahan Papandayan

Meskipun tubuh kami lelah setelah bersepeda di atas jalan berbatu dan menanjak, kami berenam tetap melakukan petualangan di kaki Gunung Papandayan. Kami bertekad menaklukkan jalur sepanjang perkebunan teh hingga mencapai kawah. Oleh karena letih, dalam perjalanan itu kami membuka tenda dan bermalam.
Perjalanan pun dilanjutkan pagi harinya. Akhirnya, kami tiba di kawah Papandayan tepat pukul tujuh pagi. Untuk naik ke puncak Papandayan, kami harus berjalan kaki. Setelah tiba di puncak, kami dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut.

Menganalisis Pola Urutan Waktu dan Ruang
Laporan perjalanan biasanya ditulis dalam bentuk narasi (cerita). Oleh karena itu, dalam menganalisis laporan perjalanan, kita harus memerhatikan unsur-unsur tulisan narasi. Adapun unsur-unsur tulisan narasi, antara lain, perbuatan (aksi), waktu, dan ruang (tempat).
Perhatikan contoh pola urutan waktu dan ruang yang digunakan dalam laporan perjalanan Menapaki Keindahan Papandayan berikut ini!

Pola urutan waktu
a.      Hari masih pagi.
b.      Kami mengawali perjalanan bersepeda pada awal Januari 2005 itu dari Sedep . . . .
c.      Pola urutan waktu tersebut ditentukan oleh urutan peristiwa yang terjadi selama perjalanan.

Pola urutan ruang (tempat)
a.      . . . . memulai perjalanan berbau petualangan di kaki Gunung Papandayan.
b.      Kami mengawali perjalanan bersepeda pada awal Januari 2005 itu dari Sedep, salah satu bagian perkebunan teh Malabar yang berjarak sekitar 50 kilometer selatan Kota Bandung.

Berdasarkan contoh di atas, dapat diketahui bahwa pola urutan ruang (tempat) ditentukan oleh urutan peristiwa berdasarkan tempat yang dilalui selama perjalanan. Dalam sebuah laporan perjalanan, peristiwa, waktu, dan tempat saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.




























Pesona Pulau Dewata
Bali Tujuan Wisata Paling Favorit


          Liburan telah tiba! Saatnya mengistirahatkan fisik dan batin. Sudah punya tujuan bepergian? Kalau belum, coba pergi ke Bali. Tempat ini menjadi tujuan wisata favorit para responDet. Pulau Bali memang tidak ada matinya. Keindahan, eksotisme, dan kekentalan budayanya menjadi pesona tersendiri. Bulan madu? Bali. Pesta perpisahan sekolah? Bali. Liburan keluarga? Bali.
Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot, Sangeh, dan deretan tempat wisata lainnya memang menakjubkan. Sebanyak 59,3 persen responDet pun setuju memilih Bali sebagai tempat wisata favorit. Hmm… apa aja sih yang disuka dari pulau ini?
Turis pertama yang bersedia berbagi alasan memilih Bali adalah Rosy Ainun Nadhifah. Pelajar SMPN 24 ini sudah dua kali berkunjung ke Pulau Dewata. Pertama, dengan teman-teman SD saat perpisahan sekolah. Kedua, boyongan bareng keluarga tercinta.
Ternyata Rosy mendapat kesan indah saat kali pertama ke Bali. Nah, saat sang keluarga akan berlibur, otomatis dia menyarankan Bali. “Pemandangan alamnya indah. Pemandangan pantainya eksotis. Bisa main jet ski di Bedugul. Bisa beli kerajinan dan oleh-oleh di Sukowati. Lengkaplah…” kisah anak kedua dari dua bersaudara itu.
Ganjar Febdinar punya tempat wisata favorit yang berbeda. Pelajar SMP Muhammadiyah ini memfavoritkan Ibu Kota Jakarta sebagai tempat wisata favorit. “Aku suka tempat rekreasinya. Aku nih pencinta Dunia Fantasi yang di Ancol itu. Keren banget wahana-wahana yang ada di sana,” kata Ganjar. Mulai dari halilintar, kicir-kicir, sampai yang terbaru Tornado pernah dicoba ketika liburan kenaikan kelas lalu.
Lain lagi sama Fanny Lisaphyne. Pelajar SMA YBPK I ini memfavoritkan Jogjakarta. Alasannya, banyak tempat belanja di Jogja. “Malioboro keren tuh. Aku dan sekeluargaku memfavoritkan Jogja karena bisa belanja dan jalan-jalan di Malioboro,” jelas Fanny semangat.

Sumber: Jawa Pos Minggu, 27 Januari 2007, dengan beberapa pengubahan











Pesona Pulau Dewata
Bali Tujuan Wisata Paling Favorit


          Liburan telah tiba! Saatnya mengistirahatkan fisik dan batin. Sudah punya tujuan bepergian? Kalau belum, coba pergi ke Bali. Tempat ini menjadi tujuan wisata favorit para responDet. Pulau Bali memang tidak ada matinya. Keindahan, eksotisme, dan kekentalan budayanya menjadi pesona tersendiri. Bulan madu? Bali. Pesta perpisahan sekolah? Bali. Liburan keluarga? Bali.
Pantai Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot, Sangeh, dan deretan tempat wisata lainnya memang menakjubkan. Sebanyak 59,3 persen responDet pun setuju memilih Bali sebagai tempat wisata favorit. Hmm… apa aja sih yang disuka dari pulau ini?
Turis pertama yang bersedia berbagi alasan memilih Bali adalah Rosy Ainun Nadhifah. Pelajar SMPN 24 ini sudah dua kali berkunjung ke Pulau Dewata. Pertama, dengan teman-teman SD saat perpisahan sekolah. Kedua, boyongan bareng keluarga tercinta.
Ternyata Rosy mendapat kesan indah saat kali pertama ke Bali. Nah, saat sang keluarga akan berlibur, otomatis dia menyarankan Bali. “Pemandangan alamnya indah. Pemandangan pantainya eksotis. Bisa main jet ski di Bedugul. Bisa beli kerajinan dan oleh-oleh di Sukowati. Lengkaplah…” kisah anak kedua dari dua bersaudara itu.
Ganjar Febdinar punya tempat wisata favorit yang berbeda. Pelajar SMP Muhammadiyah ini memfavoritkan Ibu Kota Jakarta sebagai tempat wisata favorit. “Aku suka tempat rekreasinya. Aku nih pencinta Dunia Fantasi yang di Ancol itu. Keren banget wahana-wahana yang ada di sana,” kata Ganjar. Mulai dari halilintar, kicir-kicir, sampai yang terbaru Tornado pernah dicoba ketika liburan kenaikan kelas lalu.
Lain lagi sama Fanny Lisaphyne. Pelajar SMA YBPK I ini memfavoritkan Jogjakarta. Alasannya, banyak tempat belanja di Jogja. “Malioboro keren tuh. Aku dan sekeluargaku memfavoritkan Jogja karena bisa belanja dan jalan-jalan di Malioboro,” jelas Fanny semangat.

Sumber: Jawa Pos Minggu, 27 Januari 2007, dengan beberapa pengubahan

1 komentar:

  1. Terima kasih telah membantu saya dalam memahami mata pelajaran ini.

    BalasHapus