L
K B S
LEMBAR
KEGIATAN BELAJAR SISWA
(KELAS VII KD 1.2 Menuliskan
kembali berita yang dibacakan ke dalam
beberapa kalimat)
A.
Menulis Kembali Berita yang Dibacakan
Pembelajaran mengenai menyimak berita
pernah kita lakukan pada Pelajaran 1. Tentu kalian masih ingat cara menyimak sebuah
berita agar dapat memahami isinya. Pada pembelajaran ini, kalian akan kembali
membahas mengenai menyimak berita. Namun, fokus kemampuan kebahasaan yang kita
bahas berbeda. Pada pelajaran terdahulu, setelah menyimak berita yang
dibacakan, kalian harus dapat menyimpulkan isi berita. Pada pembelajaran ini,
setelah menyimak berita, kalian diharapkan dapat menemukan pokok-pokok berita.
Kalian juga diharapkan dapat menuliskan isi berita ke dalam beberapa kalimat.
Sebelum menuliskan pokok-pokok berita
dan isinya dalam beberapa kalimat, perlu kalian ingat kembali hal-hal yang
menjadi unsur dari sebuah berita. Sebagaimana kalian ketahui bahwa berita memiliki
unsur kelengkapan yang berkaitan dengan apa, siapa, kapan, di mana, mengapa,
dan bagaimana hal yang diberitakan. Dalam bahasa Inggris, hal tersebut
diistilahkan what, who, when, where, why, dan how (5w + 1h).
Uraian dari unsur kelengkapan berita tersebut adalah berikut.
1.
Pertanyaan
apa berkenaan dengan hal yang diberitakan, misalnya apa yang terjadi.
2.
Pertanyaan
siapa berkenaan dengan orang atau pelaku yang terlibat dalam peristiwa
yang diberitakan, misalnya siapa yang terlibat dalam peristiwa itu.
3.
Pertanyaan
kapan berkenaan dengan waktu kejadian peristiwa yang diberitakan,
misalnya kapan peristiwa itu terjadi.
4.
Pertanyaan
di mana berkenaan dengan tempat kejadian dari peristiwa yang
diberitakan, misalnya di mana kejadian itu.
5.
Pertanyaan
mengapa berkenaan dengan alasan atau penyebab adanya peristiwa atau hal
yang melingkupi peristiwa yang diberitakan, misalnya mengapa hal itu dapat
terjadi.
6.
Pertanyaan
bagaimana berkenaan dengan proses kejadian, kronologi atau urutan
kejadian, maupun hal-hal pendukung peristiwa yang diberitakan, misalnya bagaimanakah
kejadiannya.
Supaya dapat menuliskan kembali
isi berita yang dibacakan, kalian perlu menyimak dengan saksama serta penuh
konsentrasi. Untuk membantu ingatan kalian tentang berita yang kalian simak,
kalian dapat membuat catatan-catatan kecil mengenai pokok-pokok inti berita.
Kalimat-kalimat dalam catatan kecil yang kalian buat tidak harus sama persis
dengan kalimat dalam berita yang kalian dengar. Unsur kelengkapan berita yang
telah diuraikan di atas dapat digunakan untuk menentukan pokok-pokok berita
yang kalian simak. Pokok-pokok berita tersebut nantinya dapat kalian gunakan
sebagai pedoman menuliskan kembali isi berita.
Coba perhatikan berita beserta uraian
berikut sebagai bahan pembelajaran kalian. Alangkah tepatnya apabila salah
seorang teman kalian bersedia membacakan berita tersebut.
Teks Berita

Belajar dan Praktik
Senyatanya
Seorang murid berseragam putih-putih tampak
mengambil wafer dari wadahnya. Setelah itu, dia meletakkan uang kertas senilai Rp1.000,00
di kardus yang digunakan untuk menyimpan uang. Tidak hanya meletakkan, dia juga
terlihat mengambil kepingan logam uang senilai Rp300,00 dari kotak itu. Lantas murid
itu pun berlenggang meninggalkan tempat sambil menikmati wafer.
Begitulah kurang lebih aktivitas yang terlihat
di Toko Kejujuran. Sebuah toko yang dapat dikatakan mempunyai konsep “swalayan”.
Di situ setiap murid tidak hanya dapat memilih sendiri barang yang ingin dia beli,
tetapi mereka juga sekaligus melakukan transaksi sendiri.
“Cara membayar barang yang dibeli cukup
dengan meletakkan uang di kotak uang. Apabila memang masih ada sisa, mereka dipersilakan
untuk mengambil sendiri kembaliannya,” jelas Kepala SMP Keluarga, M. Basuki
Sugita.
Ya, Toko Kejujuran memang hanya ada di
SMP yang terletak di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota
Kudus itu. Toko itu merupakan praktik dari pendidikan antikorupsi yang telah diterapkan sekolah tersebut sejak 19 Desember 2005. Melalui toko itu, para siswa diharapkan dapat belajar untuk tidak melakukan tindakan korupsi. Dalam keseharian di kelas, mata
pelajaran antikorupsi diajarkan setiap hari Kamis.
“Satu jam
terakhir pada hari itu, setiap kelas diisi dengan mata pelajaran antikorupsi. Pelajaran ini diajarkan oleh wali kelas masingmasing,” ujar Basuki. Namun, Basuki juga mempunyai
jurus ampuh agar para siswa tidak bosan. Selain menggunakan buku antikorupsi yang menarik dan interaktif, SMP Keluarga sesekali mengundang tokoh-tokoh untuk
berbicara di depan para siswa.
Beberapa orang
yang pernah menjadi
guru antikorupsi yakni Bupati Kudus, Ir. H.M. Tamzil M.T., serta Direktur Pelayanan Pendidikan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Eko S. Tjiptadi.
(Sumber:
Suara Merdeka, 9 Februari 2007, dengan
pengubahan
seperlunya)
Sebelum
menuliskan kembali berita yang kalian simak, kalian dapat menuliskan
pokok-pokok berita sebagai berikut.
1.
Seorang
murid membeli wafer dengan meletakkan uang dan mengambil kembaliannya sendiri.
2.
Menurut
Kepala SMP Keluarga, M. Basuki Sugita, Toko Kejujuran mempunyai konsep
“swalayan”. Dengan demikian, murid dapat memilih barang yang ingin dibeli sekaligus
melakukan transaksi sendiri.
3.
Toko
Kejujuran ada di SMP Keluarga yang terletak di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota
Kudus. Sejak 19 Desember 2005, toko itu sebagai praktik dari pendidikan
antikorupsi. Tujuannya adalah agar para siswa dapat belajar untuk tidak melakukan
tindakan korupsi.
4.
Mata
pelajaran antikorupsi diajarkan setiap hari Kamis. Selain menggunakan buku
antikorupsi yang menarik dan interaktif, SMP Keluarga sesekali mengundang
tokoh-tokoh untuk berbicara di depan para siswa.
5.
Orang
yang pernah menjadi guru antikorupsi yakni Bupati Kudus, Ir. H.M. Tamzil M.T.,
serta Direktur Pelayanan Pendidikan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Eko S. Tjiptadi.
Adapun
contoh penerapan unsur 5w + 1h berkaitan dengan berita tersebut adalah berikut.
1.
Apa yang diberitakan: Toko Kejujuran sebagai praktik pendidikan
antikorupsi.
2.
Siapa yang terlibat dalam berita: murid SMP Keluarga
dan kepala sekolah.
3.
Kapan hal tersebut terjadi: sejak 19 Desember 2005
sampai sekarang.
4.
Di mana peristiwa itu terjadi: di SMP Keluarga yang terletak
di Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus.
5.
Mengapa perlu adanya Toko Kejujuran: sebagai praktik dari
pendidikan antikorupsi. Dengan tujuan agar para siswa dapat belajar untuk tidak
melakukan tindakan korupsi.
6.
Bagaimana penerapan dalam Toko Kejujuran: dengan konsep
“swalayan”. Murid dapat memilih barang yang ingin dibeli sekaligus melakukan
transaksi sendiri.
Contoh
penulisan kembali berita di atas ke dalam beberapa kalimat adalah berikut.

Toko Kejujuran yang ada di SMP
Keluarga yang terletak di Desa Kaliputu Kecamatan Kota Kudus mempunyai konsep “swalayan”.
Siswa dapat memilih barang yang ingin dibeli sekaligus melakukan transaksi
sendiri. Sejak 19 Desember 2005, toko itu sebagai praktik dari pendidikan
antikorupsi. Dengan tujuan agar para siswa dapat belajar untuk tidak melakukan
tindakan korupsi. Mata pelajaran antikorupsi diajarkan setiap hari Kamis. Selain
menggunakan buku antikorupsi yang menarik dan interaktif, SMP Keluarga sesekali
mengundang tokoh-tokoh untuk berbicara di depan para siswa. Tokoh-tokoh
tersebut antara lain Bupati Kudus, Ir. H.M. Tamzil M.T., serta Direktur
Pelayanan Pendidikan Masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Eko S.
Tjiptadi.
Guna menguji kemampuanmu berkaitan
dengan materi yang telah kita bahas, coba kalian persilakan salah seorang
temanmu untuk membacakan berita “Pendidikan Gratis Dilematis”. Simaklah dengan saksama
pembacaan berita yang dilakukan temanmu. Setelah menyimak, kerjakanlah perintah
soal di bawahnya dengan tidak membaca kembali berita tersebut.

Pendidikan Gratis
Dilematis
Direktur Kajian Strategis Demokrasi
dan Sosial (Krisis) Suwignyo Rahman pernah mengatakan bahwa pemerintah
sepatutnya memegang komitmen untuk melaksanakan pendidikan gratis. Pendidikan
gratis berarti setiap sekolah tidak memungut apa pun dari para siswa.
Meskipun demikian, sekolah juga tetap dapat
menerima sumbangan dari masyarakat. Sumbangan tersebut sifatnya sukarela dan besarnya
tidak ditentukan sekolah.
Di sisi lain, sejumlah pihak menilai pendidikan
gratis tidak dapat dilaksanakan. Alasannya beragam. Misalnya saja Pemerintah Kota
Semarang tidak akan mampu menyediakan dana bagi sekolah-sekolah berkeperluan tinggi.
Maka dari itu, pendidikan gratis lebih
baik ditujukan kepada siswa-siswa yang tidak mampu. Mereka benar-benar bebas
sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP) dan sumbangan pengembangan institusi
(SPI). Adapun bagi siswa-siswa dari kalangan mampu tetap membayar SPP dan SPI.
Dengan begitu, terjadi subsidi silang dan biaya operasional sekolah dapat
tercukupi.
Menanggapi persoalan itu, Wakil Wali Kota
Semarang, Mahfudz Ali, Sabtu (26/1), mengatakan, setiap orang harus menyamakan persepsi
dahulu mengenai konsep pendidikan gratis. Pendidikan gratis itu berarti siswa
yang masuk sekolah tidak dipungut biaya apa pun, termasuk SPP dan SPI.
“Hal yang paling penting saat ini
adalah sekolah gratis dilaksanakan dahulu. Mengenai sekolah yang berkeperluan
tinggi, biar komite sekolah yang membicarakan sembari program itu berjalan,”
katanya.
Pemerintah Kota Semarang berencana menerapkan
pendidikan gratis bagi SD dan SMP pada tahun ajaran 2008/2009. Pemerintah telah
mengalokasikan besaran biaya pendidikan gratis melalui APBD 2008.
(Sumber:
Kompas, 28 Januari 2008, dengan
pengubahan seperlunya
Kerjakan
perintah soal berikut dengan cermat dan teliti dalam buku tugasmu!
1.
Apakah
yang diinformasikan dalam berita di atas?
2.
Siapa
yang terlibat dalam berita tersebut?
3.
Kapan
hal tersebut terjadi?
4.
Di
mana peristiwa itu terjadi?
5.
Mengapa
pendidikan gratis dilematis?
6.
Bagaimana
tanggapan Wawali Kota Semarang berkenaan dengan pendidikan gratis yang
dilematis?
7.
Tuliskan
pokok-pokok dari berita tersebut!
8.
Tuliskan
isi berita tersebut dalam beberapa kalimat!
9.
Diskusikan
dengan teman dan gurumu berkenaan dengan berita yang kamu tuliskan!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar