L K B S
LEMBAR KEGIATAN BELAJAR SISWA
(KELAS
VIII KD 1. 2 Menanggapi
isi laporan)
Pada Bab 2 kamu telah belajar menulis laporan perjalanan. Sudahkah
kamu terampil menulis laporan perjalanan? Salah satu cara untuk meningkatkan
kemampuan menulis laporan perjalanan adalah bersikap kritis terhadap laporan
perjalanan. Misalnya dengan cara menanggapi laporan
perjalanan yang didengarkan.
Kata
Kunci: Menanggapi –
Memberikan Masukan
Pada pembelajaran
kali ini, kamu diajak menanggapi isi laporan perjalanan yang diceritakan oleh temanmu.
Sekarang, coba kamu dengarkan dengan saksama dialog yang di dalamnya mengandung
laporan perjalanan yang akan diperankan oleh teman-temanmu berikut ini!
Bagus : Ridwan, pernahkah kamu naik perahu nelayan?
Ridwan : Oh, pernah! Minggu kemarin aku berkunjung ke
rumah pamanku yang tinggal di Ujungnegoro. Aku diajak paman naik perahunya.
Bayangkan, Gus! Semalaman aku berada di lautan, bersama paman dan para nelayan
yang lain.
Bagus : Hebat, hebat. Boleh, dong diceritakan
perjalananmu.
Ridwan : Begini ceritanya, pulang sekolah bapak
langsung mengajakku ke Ujungnegoro. Selepas Asar, kami sudah bersiap di perahu.
Perahu paman cukup besar. Paman dan anak buahnya mengecek mesin dan peralatan
menangkap ikan. Setelah semuanya beres, kami pun mulai berlayar.
Satu
jam kemudian kami sudah berada di laut lepas. Aku melihat berkeliling. Ratusan
perahu nelayan yang lain ada di sekitar kami. Ribuan lampu yang dinyalakan
berkelip-kelip seperti kunang kunang. Dan di sebelah timur sana . . . . Wow,
menakjubkan sekali! Bulan mulai muncul. Seperti bola api raksasa, merah kekuningan.
Tiba
di kawasan yang ombaknya tenang, mesin kapal dimatikan. Daerah ini merupakan
gudangnya ikan. Demikian kata Paman. Setelah salat, kami makan. Sehabis makan,
para nelayan bersiap-siap untuk menangkap ikan. Jala pertama sudah dilemparkan
ke laut. Setiap ujung tali jala dipegang oleh satu orang. Kemudian paman
berteriak memberi aba-aba agar jala segera ditarik.
Para
nelayan mengikuti aba-aba paman. Jala ditarik. Berdebar-debar kami mengawasi
hasil tangkapan pertama kami. Ratusan ikan menggelepar di bak perahu. Kami
berteriak kegirangan. Paman mengucap syukur. Aku tidak menghitung berapa kali
kami melempar jala di tempat itu. Lalu mesin kembali dihidupkan, kami akan
mencari tempat lain yang lebih banyak ikannya.
Tanpa
terasa, waktu terus berjalan. Wah, sudah hampir jam dua pagi! Aku pun tidur.
Agaknya tidurku terlalu pulas. Waktu paman membangunkanku, kulihat hari mulai
terang. Matahari mulai terbit di ufuk timur.
Ternyata
kami sudah dalam perjalanan menuju ke pantai. Para nelayan masih tertidur
kelelahan. Aku melihat bak ikan yang hampir penuh. Aku heran kenapa paman tidak
menangkap ikan sebanyak-banyaknya malam tadi.
Menurut
paman, hasil tangkapan hari ini sudah lebih dari cukup. Sebenarnya, bisa saja
kita terus melempar jala dan tentu akan mendapatkan banyak ikan. Namun, kita
tidak boleh serakah mengambil isi lautan. Hasil tangkapan hari ini merupakan
rezeki yang diberikan oleh Allah. Begitulah yang kami lakukan sepanjang malam
itu. Asyik sekali. Sayang ya, kamu tidak ikut.
Bagus : Ah, kamu sih, tidak mengajakku! Awas, lho,
lain kali kamu harus mengajakku. Ceritamu tadi menarik sekali, tetapi sayang
kamu tidak menceritakannya secara urut dan teliti. Kamu kelihatan terlalu
bersemangat, Wan. Masih banyak hal yang terlewat dari ceritamu. Misalnya, kamu
belum mengatakan berapa orang yang ada di kapal pamanmu itu, siapa saja mereka?
Ridwan : Oh, ya! Kami bertujuh. Aku, paman, bapakku,
dan empat orang anak buah paman. Pamanku namanya Pak Hasan. Anak buah paman
namanya Pak Sarmin, Pak Parman, Pak Trisno, dan yang satunya lagi Pak Winarno.
Kami sempat berkenalan sebelum berangkat.
Bagus : Nah, gitu. Kalau bercerita itu jangan
tergesa-gesa supaya orang lain dapat memahami isi ceritamu. Lalu, ikan apa saja
yang ditangkap, Wan?
Ridwan : Sebagian besar ikan tongkol, cucut, ada juga
kakap, cumi-cumi, dan ikan kecil-kecil yang banyak sekali. Sori, aku
tidak hafal namanya.
Bagus : Mestinya kamu tanya pamanmu, kemudian catat
nama-nama ikan itu. Lain kali bawalah buku catatan atau kamera, agar kamu dapat
mencatat hal-hal penting dan merekam pemandangan indah yang kamu lihat dalam
perjalananmu! Lalu, ikan-ikan itu diapakan, apakah langsung dijual? Di mana
menjualnya?
Ridwan : Ya. Ikan-ikan itu dijual dengan cara dilelang
di Tempat Pelelangan Ikan atau TPI.
Bagus : Oh, begitu! Senang sekali, ya, jadi nelayan
itu. Mendengar ceritamu tadi, yang paling berkesan bagiku adalah kata-kata
pamanmu, bahwa kita tidak boleh serakah mengambil hasil dari lautan. Kita
memang tidak boleh mengeruk hasil lautan secara membabi buta. Apalagi merusak
ekosistem laut. Aku pernah baca di koran, ada nelayan yang menggunakan bahan
peledak dan racun untuk menangkap ikan. Hal semacam ini akan merugikan kita
sendiri. Di samping mencemari laut, merusak kelestarian lingkungan, juga akan
membunuh spesies lain yang ada di lautan. Kalau memancing atau menyeser masih
lumayan, tidak akan merusak lingkungan.
(Sumber: Dokumen Pribadi)
Dalam dialog
tersebut, Ridwan melaporkan perjalanannya ketika ikut berlayar bersama
pamannya. Sebagai pendengar, Bagus memberikan tanggapan berdasarkan isi laporan
yang disampaikan oleh Ridwan. Bagaimanakah cara menanggapi laporan perjalanan
secara lisan dengan baik seperti yang disampaikan oleh Bagus di atas?
Perhatikan uraian berikut ini!
1.
Mengajukan Pertanyaan atau Pendapat
Ada
banyak cara yang dapat dilakukan untuk menanggapi laporan perjalanan. Misalnya dengan
mengajukan pertanyaan.
Perhatikan
contoh pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
a.
Berapa
orang yang ada di kapal pamanmu itu, siapa saja mereka?
b.
Ikan
apa saja yang ditangkap, Wan?
Tanggapan juga dapat berupa pendapat.
Pendapat merupakan hasil pemikiran kita berdasarkan masalah yang sedang
dibicarakan.
Perhatikan contoh berikut ini!
Kita memang tidak boleh mengeruk hasil lautan
secara membabi buta. Apalagi merusak ekosistem laut. Aku pernah baca di koran,
ada nelayan yang menggunakan bahan peledak dan racun untuk menangkap ikan. Hal
semacam ini akan merugikan kita sendiri. Di samping mencemari laut dan merusak
kelestarian lingkungan, juga akan membunuh spesies lain yang ada di lautan.
2.
Memberikan Masukan terhadap Laporan Perjalanan Teman
Selain
mengajukan pertanyaan dan pendapat, kita juga dapat memberikan masukan
berdasarkan laporan perjalanan yang disampaikan oleh seorang teman. Masukan dapat
berupa kritik dan saran.
Perhatikan
contoh berikut ini!
a.
Ceritamu
tadi menarik sekali, tetapi sayang kamu tidak menceritakannya secara urut dan
teliti. Kamu kelihatan terlalu bersemangat, Wan. Masih banyak hal yang terlewat
dari ceritamu.
b.
Kalau
bercerita itu jangan tergesa-gesa supaya orang lain dapat memahami isi
ceritamu. Ceritakan perjalananmu dengan urut agar aku mengetahui apa saja yang
kamu lihat.
Tugas
1.
Tanggapilah laporan perjalanan temanmu yang telah dia buat dan dibacakan di depan kelas dengan mengajukan pertanyaan atau pendapat!
2.
Berikanlah
masukan/ saran terhadap laporan
perjalanan temanmu
yang telah dia buat dan dibacakan di depan kelas!
Terima kasih ya tugas saya sudah selesai
BalasHapus