L K B S
LEMBAR
KEGIATAN BELAJAR SISWA
(KELAS
VIII KD 1. 1 Menganalisis laporan)
Laporan
perjalanan akhir-akhir ini sering kita baca, lihat, atau dengar di media cetak
dan elektronik. Di televisi laporan perjalanan dikemas dalam format acara yang
bagus, misalnya Melancong Yuk, Jalan-jalan, Jelajah, Si Bolang Bocah
Petualang, Wisata Kuliner, dan sebagainya.
1.
Laporan Perjalanan
Laporan
perjalanan termasuk dalam laporan berjenis naratif (cerita). Laporan perjalanan
merupakan bentuk penyampaian suatu kegiatan perjalanan secara lisan maupun
tertulis. Laporan berupa kesan, hal-hal yang menarik, dan pengalaman, untuk disampaikan
kepada pembaca atau pendengar.
2.
Bagian-Bagian Laporan Perjalanan
Suatu
laporan perjalanan (jenis naratif) dapat kamu analisis bagian-bagiannya.
Bagaimana cara menganalisisnya? Mari kita pelajari bersama!
Menganalisis
bagian-bagian laporan jenis naratif (perjalanan) dapat kamu kenali melalui
langkah berikut ini!
a.
Pahamilah format/bentuk penulisannya
-
Bagian
pendahuluan berisi kesan dan pesan kepada pembaca/pendengar deskripsi singkat
yang berupa gambaran suatu objek kepada pembaca.
-
Bagian
isi, berisi jabaran pokok-pokok hasil laporan dan semua hal yang ingin
dilaporkan.
b.
Tulislah pokok-pokok laporan
Pokok-pokok laporan berisi garis besar isi
laporan dan hasilnya. Nah, dengan langkah-langkah di atas maka kamu akan dapat
menganalisis sebuah laporan perjalanan. Tutuplah bukumu, kemudian dengarkan
pembacaan laporan perjalanan berikut. Laporan akan dibacakan oleh ketua
kelasmu!
Menapaki
Keindahan Papandayan
Hari
masih pagi. Kami berenam, saya bersama empat rekan sekantor dan satu teman dari
Bandung, memulai perjalanan berbau petualangan di kaki Gunung Papandayan. Kami
mengawali perjalanan bersepeda pada awal bulan Januari 2005 itu dari Sedep,
salah satu bagian perkebunan teh Malabar yang berjarak sekitar 50 kilometer
selatan Kota Bandung. Tekadnya, menaklukkan jalur sepanjang perkebunan teh
hingga mencapai kawah
pada ketinggian 2.300
meter di atas permukaan laut.
Keindahan
puncak Papandayan sudah terkenal sejak zaman Belanda. Ini terungkap dalam
beberapa brosur yang diterbitkan Bandoeng Vooruit, sebuah
perkumpulan penggemar wisata di Bandung, pada tahun 1930-an. Di sana Gunung
Papandayan selalu dipromosikan nomor satu.
Dengan
tenaga yang terkuras habis, akhirnya kami sampai di sebuah pertigaan, ke kanan
turun ke Cileuleuy, ke kiri naik menuju kawah Papandayan. Oleh karena
benar-benar sudah letih, kami memutuskan membuka tenda dan bermalam. Target
untuk dapat mencapai kawah hari itu diurungkan.
Esoknya,
pagi-pagi kami kembali mengayuh sepeda. Istirahat panjang membuat
perjalananterasa lebih ringan. Tepat pukul tujuh pagi, kami tiba di kawah
Papandayan.
Kami
melanjutkan perjalanan naik ke puncak Papandayan dengan berjalan kaki. Sepeda
kami titipkan di sebuah pos di dekat kawah karena tidak mungkin mengayuh sepeda
sampai ke puncak. Hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk mencapai
puncak.
Pemandangan
pada ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu sungguh menakjubkan. Di
sebelah timur, Kota Garut terlihat samar-samar. Di sebelah barat, perkebunan
teh terhampar bagai permadani raksasa. Menghadap ke utara, kami melihat Gunung
Puntang berdiri menantang. Lalu, di selatan tampak garis biru Lautan Hindia
menyajikan panorama yang memesona. Hilanglah segala kepenatan sehari sebelumnya
setelah berjam-jam mengayuh sepeda.
(Sumber: Tempo,
No. 52/XXXIII/21–27 Februari 2005,
dengan pengubahan seperlunya)
Langkah
penting yang perlu kamu lakukan agar dapat menganalisis sebuah laporan
perjalanan adalah mencatat pokok-pokok laporan. Pokok-pokok laporan adalah hal-hal
penting (inti) yang terdapat dalam laporan.
Berikut
ini pokok-pokok laporan perjalanan Menapaki Keindahan Papandayan.
a.
Kami
berenam mulai melakukan petualangan di kaki Gunung Papandayan.
b.
Keindahan
Papandayan sudah terkenal sejak zaman Belanda.
c.
Oleh
karena sudah letih, kami membuka tenda dan bermalam.
d.
Tiba
di kawah Papandayan tepat pukul tujuh pagi.
e.
Naik
ke puncak Papandayan dengan berjalan kaki.
f.
Pemandangan
pada ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut itu sungguh menakjubkan.
Berdasarkan
pokok-pokok laporan yang telah kamu buat, kamu dapat menceritakan kembali isi
laporan perjalanan secara ringkas. Caranya dengan merangkaikan pokok-pokok
laporan tersebut menjadi beberapa kalimat. Perhatikan contohnya berikut ini!
Menapaki
Keindahan Papandayan
Meskipun
tubuh kami lelah setelah bersepeda di atas jalan berbatu dan menanjak, kami
berenam tetap melakukan petualangan di kaki Gunung Papandayan. Kami bertekad
menaklukkan jalur sepanjang perkebunan teh hingga mencapai kawah. Oleh karena
letih, dalam perjalanan itu kami membuka tenda dan bermalam.
Perjalanan
pun dilanjutkan pagi harinya. Akhirnya, kami tiba di kawah Papandayan tepat
pukul tujuh pagi. Untuk naik ke puncak Papandayan, kami harus berjalan kaki.
Setelah tiba di puncak, kami dapat menikmati pemandangan menakjubkan dari
ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut.
Menganalisis Pola
Urutan Waktu dan Ruang
Laporan
perjalanan biasanya ditulis dalam bentuk narasi (cerita). Oleh karena itu,
dalam menganalisis laporan perjalanan, kita harus memerhatikan unsur-unsur
tulisan narasi. Adapun unsur-unsur tulisan narasi, antara lain, perbuatan
(aksi), waktu, dan ruang (tempat).
Perhatikan
contoh pola urutan waktu dan ruang yang digunakan dalam laporan perjalanan Menapaki
Keindahan Papandayan berikut ini!
Pola urutan waktu
a.
Hari
masih pagi.
b.
Kami
mengawali perjalanan bersepeda pada awal Januari 2005 itu dari Sedep . . . .
c.
Pola
urutan waktu tersebut ditentukan oleh urutan peristiwa yang terjadi selama
perjalanan.
Pola urutan ruang
(tempat)
a.
.
. . . memulai perjalanan berbau petualangan di kaki Gunung Papandayan.
b.
Kami
mengawali perjalanan bersepeda pada awal Januari 2005 itu dari Sedep, salah
satu bagian perkebunan teh Malabar yang berjarak sekitar 50 kilometer selatan
Kota Bandung.
Berdasarkan
contoh di atas, dapat diketahui bahwa pola urutan ruang (tempat) ditentukan
oleh urutan peristiwa berdasarkan tempat yang dilalui selama perjalanan. Dalam
sebuah laporan perjalanan, peristiwa, waktu, dan tempat saling berkaitan dan
tidak dapat dipisahkan.
Pesona Pulau Dewata
Bali Tujuan Wisata Paling Favorit
Liburan telah tiba! Saatnya
mengistirahatkan fisik dan batin. Sudah punya tujuan bepergian? Kalau belum,
coba pergi ke Bali. Tempat ini menjadi tujuan wisata favorit para responDet. Pulau
Bali memang tidak ada matinya. Keindahan, eksotisme, dan kekentalan budayanya
menjadi pesona tersendiri. Bulan madu? Bali. Pesta perpisahan sekolah? Bali.
Liburan keluarga? Bali.
Pantai
Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot, Sangeh, dan deretan tempat wisata lainnya
memang menakjubkan. Sebanyak 59,3 persen responDet pun setuju memilih Bali
sebagai tempat wisata favorit. Hmm… apa aja sih yang disuka dari pulau ini?
Turis
pertama yang bersedia berbagi alasan memilih Bali adalah Rosy Ainun Nadhifah.
Pelajar SMPN 24 ini sudah dua kali berkunjung ke Pulau Dewata. Pertama, dengan
teman-teman SD saat perpisahan sekolah. Kedua, boyongan bareng keluarga
tercinta.
Ternyata
Rosy mendapat kesan indah saat kali pertama ke Bali. Nah, saat sang keluarga
akan berlibur, otomatis dia menyarankan Bali. “Pemandangan alamnya indah.
Pemandangan pantainya eksotis. Bisa main jet ski di Bedugul. Bisa beli
kerajinan dan oleh-oleh di Sukowati. Lengkaplah…” kisah anak kedua dari dua
bersaudara itu.
Ganjar
Febdinar punya tempat wisata favorit yang berbeda. Pelajar SMP Muhammadiyah ini
memfavoritkan Ibu Kota Jakarta sebagai tempat wisata favorit. “Aku suka tempat
rekreasinya. Aku nih pencinta Dunia Fantasi yang di Ancol itu. Keren banget
wahana-wahana yang ada di sana,” kata Ganjar. Mulai dari halilintar,
kicir-kicir, sampai yang terbaru Tornado pernah dicoba ketika liburan kenaikan
kelas lalu.
Lain
lagi sama Fanny Lisaphyne. Pelajar SMA YBPK I ini memfavoritkan Jogjakarta.
Alasannya, banyak tempat belanja di Jogja. “Malioboro keren tuh. Aku dan
sekeluargaku memfavoritkan Jogja karena bisa belanja dan jalan-jalan di
Malioboro,” jelas Fanny semangat.
Sumber: Jawa
Pos Minggu, 27 Januari 2007, dengan beberapa pengubahan
Pesona Pulau Dewata
Bali Tujuan Wisata Paling Favorit
Liburan telah tiba! Saatnya
mengistirahatkan fisik dan batin. Sudah punya tujuan bepergian? Kalau belum,
coba pergi ke Bali. Tempat ini menjadi tujuan wisata favorit para responDet.
Pulau Bali memang tidak ada matinya. Keindahan, eksotisme, dan kekentalan budayanya
menjadi pesona tersendiri. Bulan madu? Bali. Pesta perpisahan sekolah? Bali.
Liburan keluarga? Bali.
Pantai
Kuta, Sanur, Nusa Dua, Tanah Lot, Sangeh, dan deretan tempat wisata lainnya
memang menakjubkan. Sebanyak 59,3 persen responDet pun setuju memilih Bali
sebagai tempat wisata favorit. Hmm… apa aja sih yang disuka dari pulau ini?
Turis
pertama yang bersedia berbagi alasan memilih Bali adalah Rosy Ainun Nadhifah.
Pelajar SMPN 24 ini sudah dua kali berkunjung ke Pulau Dewata. Pertama, dengan
teman-teman SD saat perpisahan sekolah. Kedua, boyongan bareng keluarga
tercinta.
Ternyata
Rosy mendapat kesan indah saat kali pertama ke Bali. Nah, saat sang keluarga
akan berlibur, otomatis dia menyarankan Bali. “Pemandangan alamnya indah.
Pemandangan pantainya eksotis. Bisa main jet ski di Bedugul. Bisa beli
kerajinan dan oleh-oleh di Sukowati. Lengkaplah…” kisah anak kedua dari dua
bersaudara itu.
Ganjar
Febdinar punya tempat wisata favorit yang berbeda. Pelajar SMP Muhammadiyah ini
memfavoritkan Ibu Kota Jakarta sebagai tempat wisata favorit. “Aku suka tempat
rekreasinya. Aku nih pencinta Dunia Fantasi yang di Ancol itu. Keren banget
wahana-wahana yang ada di sana,” kata Ganjar. Mulai dari halilintar,
kicir-kicir, sampai yang terbaru Tornado pernah dicoba ketika liburan kenaikan
kelas lalu.
Lain
lagi sama Fanny Lisaphyne. Pelajar SMA YBPK I ini memfavoritkan Jogjakarta.
Alasannya, banyak tempat belanja di Jogja. “Malioboro keren tuh. Aku dan
sekeluargaku memfavoritkan Jogja karena bisa belanja dan jalan-jalan di
Malioboro,” jelas Fanny semangat.
Sumber: Jawa
Pos Minggu, 27 Januari 2007, dengan beberapa pengubahan
Terima kasih telah membantu saya dalam memahami mata pelajaran ini.
BalasHapus